0 Campak

Rabu, 16 September 2026

 

 


Gambar dari sini

Uli sangat bingung, anaknya barusan lima bulan tapi sama sekali belum divaksin. Padahal dia ingin sekali divaksin anaknya. Selama hidupnya bersama ibunya, Uli selalu vaksin . Ibunya rajin dan taat untuk memvaksin anak-anaknya termasuk Uli. Uli ingin anaknya juga lengkap vaksinnya. Tapi suaminya termasuk orang yang antivaksin. Lingkungannya kebanyakanya juga anti vaksin. Lingkungannya di kampung kebanyakan keluarga suami dan rata-rata mereka antivaksin. Banyak alasan yang mereka buat. Divaksin malah anak jadi sakit. Vaksin itu konspirasi pemerintah untuk membunuh rakyat. Vaksin itu akal-akalan dokter. Alasan yang menurut Uli sangat tak masuk akal.

 

Tapi Uli diam-diam datang ke puskesmas untuk menvaksin anaknya walau agak telat tapi tak mengapa . Saat tubuhnya anaknya demam Uli selalu bilang mungkin mau tumbuh gigi atau mau ada kepintaran baru. Suaminya mengiyakan saja. Setelah anaknya usia satu tahun vaksin dasar buat bayi sudah mulai lengkap. Dan tiada nyana di kampungnya ada anak yang terkena campak dan menularkan banyak anak . Ada yang ringan bahkan ada yang harus ke rumah sakit dan bahkan ada yang meninggal karena komplikasi. Suaminya bilang alhamdulilah anaknya gak kenaa. Dia menyuruh Uli jangan membawa anaknya keluar nanti ketularan. Uli diam saja. Di kampungnya akhirnya diberi status klb campak.

 

Pegawai puskesma mulai mendata siapa-siapa saja yang belum vaksin. Setelah di data anak-anak yang belum vaksin akan divaksin campak. Ternyata bodoh ya tetap bodoh banyak yang tetap gak mau karena sudah terdoktrin di kepalanya. Suaminya ingin anaknya dibawa ke rumah orangtua Uli agar tak tertular tapi Uli tetap mau tinggal di sini saja. Suaminya mulai cemas. Takut anaknya kena. Sebelum pergi kerja selalu wanti-wanti Uli agar gak keluar rumah. Sore tadi pulang kerja lihat Uli lagi main di luar bareng anaknya. Suaminya marah besar. Sampai di tidurnya dia mimpi kalau anaknya kena canmpak.

 

Sampai akhirnya Uli cerita kenapa anaknya gak kena campak karena anaknya sudah divaksin . Dan bukan vaksin campak saja tapi semua vaksin buat bayi. Suaminya mau marah tapi hanya bisa terdiam saja. Kalau percaya dengan orang-orang yang tak berilmu ngapain, dokter itu sekolah lama dan ilmunya banyak. Uli menyuruh suaminya baca di internet kalau vaksin itu bukan sesuatu yang membahayakan tapi manfaatnya banyak.

            “Kita harus pintar , jangan mau dibodoh-bodohi dengan orang yang gak ngerti tentang vaksin,”tukas Uli.  Suaminya akhirnya banyak baca dan mulai mengerti manfaat dari vaksin itu. Dia sudah terkena omongan yang gak benar. Untung istrinya pintar dan bersikeras anaknya divaksin , kalau tidak akan terkena campak yang dampaknya bisa mengerikan

2 Seperti Deburan Ombak

Senin, 17 Agustus 2026

 


Sumber gambar di sini

 

Deburan ombak menghantam karang di pantai

Seperti tak mengenal lelah dengan membuat suara keras

Tapi kadang deburan ombak pelan dan hening

Seperti irama lagu yang menemani tidur

 

Begitulah hidup, kadang ada deburan yang begitu keras menggoncang

Sampai tubuh tak bisa menahan

Luruh bersama dengan ketakutan dan keputus asaan

Sehingga kadang tak sadar air mata menetes

 

Tapi semua akan hilang pada masanya

Semua berlomba seperti roda yang berputar

Siapkah menerima deburan yang keras

Siapkah akan menikmati ketenangan kembali?

 

Deburan ombak mengingatkan kalau hidup itu tidak selalu tenang

Ada masanya harus berjuang dan bergelut dengan hidup

Ada kalanya tenang seperti deburan yang ringan

Tapi semua itu harus dinikmati

 

Cirebon, 18 Agustus 2026

4 Menjelang Malam

Senin, 06 Juli 2026

 

 

Aku duduk di rumput hijau dengan suara burung

Menjelang malam

Di sini sendiri

Hanya ada tiupan angin dan debaran jantungku

 

Langit sudah mulai menguning

Lembut menyambut senja

Apakah ini yang kutunggu

Menjelang malam dengan keindahan hakiki

 

Entahlah tapi duduk di sini menatap senja

Menjelang malam tak akan pernah bosan

Walau sendiri

Tapi hati dipenuhi dengan banyak harapan untuk esok hari

 

Harapan akan esok yang akan menyambut dengan hangat

Sinar mentari yang akan menyapaku dengan hangat

Sampai suatu hari harapanku akan tiba

Kini aku hanya menanti sampai saatnya tiba

 

Cirebon, 7 Juli 2026


2 Pajak Motor

Senin, 01 Juni 2026

 


 Gambar dari sini

Baru saja Rudi mengejek Ruslan yang baru saja bayar pajak motornya. Motor butut Ruslan yang sudah jadul. Tapi motor tua ini sangat berjasa bagi Ruslan . Setia menemani dirinya berjualan cilok keliling desa , komplek dan kadang mangkal dekat pasar. Ruslan selalu merawatnya dengan baik , dibersihkan. Dan gak lupa servis motor rutin sehingga walau motor tua tapi mesinnya masih terawat. Dan Ruslan selalu membayar pajaknya setiap tahun.

            “Ya, ampun ngapain bayar pajak, motor butut gini kamu malah bayar pajak,”tukas Rudi.

            “Warga negara yang baik,”sela Ruslan sambil berlalu.Dirinya berlalu . Dia masih harus jualan cilok . Kalau dengerin omongan Rudi bisa-bisa hari ini tidak ada pemasukan.

 

Begitulah Rudi selalu setia dengan motornya yang selalu membawa rejeki lebih untuk dibawa pulang. Banyak temannya yang gak bayar pajak bahkan sampai bertahun-tahun tapi  mereka tenang saja. Kalau ada operasi selalu bisa saja cari jalan alternatif lain. Dan belum pernah mereka ketangkap polisi sehingga mereka tenang-tenang saja gak bayar pajak. Entah kenapa Ruslan masih setia membayar pajak walau harus selalu menyisihkan uang setiap hari buat bayar pajak motornya.

 

Sampai sautu hari banyak razia besar-besaran dan banyak pajak motor yang menunggak banyak. Gubernur yang baru akhirnya memutuskan melakukan pemutihan agar semua bayar pajak sehingga ada pemasukan dari pajak motor. Jadi tinggal bayar pajak tahun terakhir , sisanya diputihkan. Bayangkan yang nunggak sampai 10 tahun ataupun berapa tahun hanya bayar satu tahun terakhir tanpa denda sekalipun. Sungguh bagi Ruslan yang rajin bayar pajak merasa ada ketidakadilan di sini. Orang yang lalai bayar pajak malah diberi keringanan dan yang rajin bayar pajak gak ada apresiasinya sama sekali. Ruslan anggap ini bentuk ketidakadilan bagi orang yang rajin bayar pajak. Paling gak ada kaya diskon setengahnya bayar bagi yang rajin bayar pajak.

 

Jadi dalam pikirannya Ruslan ingin gak bayar saja pajak motornya , tinggal nunggu pemutihan . Oh yang lainpun begitu.  Mereka gak ada denda malah sangat diuntungkan. Begituklah pemikirannya.Nah, akhirnya Ruslan mulai gak bayar pajak.

            “Nah, gitu dong Ruslan. Jangan rajin bayar pajak ya . Tunggu pemutihan saja,”tukas Rudi. Ruslan mengangguk setuju. Toh , dia rajin tapi malah jadi gak adil. Begitulah pemikiran sederhana Ruslan. Entahlah bagi yang lain

0 Gerimis

Senin, 27 April 2026

 


Gambardari sini

 

Tik tik tik gerimis mulai terasa menyentuh lenganku

Perlahan menetes menandakan akan hujan turun

Suara gerimis begitu menaklukan hatiku

Entah mengapa gerimis selalu membuat aku rindu

 

Rindu dengan suara hujan

Apakah gerimis hanya akan gerimis dan berhenti

Atau akan ada hujan lebat menyambut

Jangan aku hanya rindu hujan ringan

 

Hujan yang akan menemaniku minum teh

Dengan udara yang sejuk

Dan suara hujan yang gemericik

Jangan ada badai, biarkan hujan tenang datang

 

Tenang dan setelah hujan akan datang pelangi

Yang akan membuat hatiku berbunga

Karena hujan membawa kegembiraan di hatiku

Aku rindu hujan yang tenang

 

Cirebon, 28 April 2026