2 Kau Ada di Hatiku

Selasa, 12 November 2013
Kurasakan hangatnya teh jahe yang kauseduh malam itu,masih kuingat pertengkaran yang ada di hatiku,
entah mengapa....jarak hati selalu memisahkan kita....
Mungkin gejolak rasa selalu membuat jiwa lelahku mencari -cari amarah di hatimu
tak kusangka pena-penamu menujam dalam kata-kata yang terucap....
Tak mengapa, mungkin ini harus terjadi diantara kita...

Tapi, saat-saat ini kau telah pergi...
kutahu lelahmu menata hati ini , tapi keluh kesah ini akan terjawab dengan waktu yang terus berjalan
riak-riak yang menyusup di antara kita itu hanya perbedaan presepsi dari mana kita memandang
dan itu hilang setelah ragamu pergi bersama alam semesta...

Kini kutahu engkau menyayangiku dengan caramu, yang sering kutakmengerti...
sampai detik ini.....antara rasa yang menyatu dengan kepedihan setelah kau pergi
Ayah......boleh kupanggil namamu sekali lagi.....
sekali lagi....ayah...namamu selalu ada di hatiku....

Medio: 13 November 2013
Selamat Hari Ayah...... Bapak sudah hidup tenang di alam lain dalam buaian alam semesta.



4 Senyumku Bukan Untukmu

Sabtu, 02 November 2013
Kabut malam selalu menyelimuti hati yang sudah ada dalam balutan keresahan
untuk apa lagi aku membukanya kembali,
karena semuanya sudah berakhir sampai disini saja
jadi untuk apa lagi aku tersenyum untukmu tiada guna lagi
karena semua hilang dihempas rasa sakit yang mendalam dalam jiwa yang sekarang rapuh
tak berdaya, ....

Kala torehan kata-kata yang menusuk kalbu , merasakan sembilu membelah dada
tak terasa perih , luka yang mengaga , sulit tuk ditutup hanya dengan kata-kata manis
jadi buat apa aku harus senyum padamu, tak ada gunanya lagi
semua sudah hancur dimakan dengan kezaliman yang aku rasakan
tak ada yang bisa mengobati lagi, hanya waktu yang akan mengurai keresahan ini
dan waktu pulalah yang akan buktikan ...

Suatu saat aku kan senyum untukmu , saat-saat pintu-pintu kecil sudah terbuka untukku
ku yakin saat itu akan tiba...entah kapan
tapi Tuhan punya jalan lain yang lebih baik untukku...
saat tiba menjelang  mentari akan selalu bersinar di kehidupan jiwa ini,
percayalah aku akan tersenyum lagi buatmu
bahkan tertawa bersama , mentertawakan lawakan hidup yang ada
di dunia yang penuh dengan hujatan dan cacian..
dan kamu bisa rasakan apa yang kurasakan hari ini....
mari kita tertawa bersama......

Medio: 3 November 201
Kala hati ada di titik nadir, apa perlu senyuman  untukmu....

0 Ku Ingin Berhenti Sekarang

Rabu, 16 Oktober 2013
Sudah lelah kuberjalan...panjang sekali harus kulalui
kuhanya bisa berkeluh kesah padamu bulan...
di saat kau pantulkan sinar mentari begitu terang
menerangi malam itu...
Mengapa kau selalu tak henti menyinari bumi di malam hari
tapi aku disini sudah lelah tuk berjalan lagi..
ku ingin berhenti....sampai disini

Sudah cukup aku tahu, kalau aku tak ada tempat lagi
di sini....
walau sudah lama ku abdikan  hati ini ...
tapi tak cukup tuk orang tahu...
Sungguh sekam itu panas...
tapi tak mungkin kuterus menggenggam sekam itu
terlalu panas ....

Sudah cukup hati ini , terus menangis
tak akan kubiarkan lagi ...
air mataku sudah kering
ketika semua orang menatap sinis kehadiranku
Kalau memang ini akhir ku harus berjalan di sini
aku rela untuk berhenti.....
stop sampai di sini...

Sudah jangan kawatirkan asa ini
aku sudah tahu ...
ternyata memang bila hati berbeda , tak mungkin tuk bisa menyatu
dengan perbedaan ini
walau bilang tidak ada perbedaan
tapi kurasakan ada perbedaan itu

Tak mengapa...
aku tak kan mengeluh lagi
sudah cukup , aku hanya ingin berhenti
sampai disini
dan jangan lagi diperbincangkan
akan membuat hati ini bergetar karena malu

Malu karena lain dari hati, lain dari omongan
memang lidah tidak bertulang
tapi....
biarlah aku berhenti sampai disini
aku tahu ,
masih ada pintu lain yang terbuka untukku

Ku tak ingin lagi berjalan di sini
aku ingin berhenti, sampai di sini

Medio: 17 Oktober 2013
Berhenti pada satu titik, untuk kebaikan , tidaklah salah. Bukan kalah , tapi untuk menang
Jiwa yang kerdil adalah jiwa yang kadang tidak bisa mengakui orang lain bisa lebih maju dari kita

4 Pagi Hari Kala Lebaran Haji

Minggu, 13 Oktober 2013
Kusapa pagi ini, kusambut dengan sumringah semburat mentari
Kuberjalan menapak di jalan menuju lapang
Kusujud di sekeliling orang yang berduyun-duyun solat
menundukan hati tuk renungkan arti berkurban

Kala kulihat setumpuk ketupat berjejer di meja makan
disediakan dengan penuh cinta ibuku
sungguh ku tak dapat berkata-kata lagi
ketika diantara perbedaan iman tiada yang akan menghalangi
cinta ibu untukku....

indahnya perbedaan tak menghalangi kasihnya padaku
kusayangkan kala perbedaan itu menjadi perdebatan tak berujung...
kubersyukur ....
iman yang berbeda tak ada sekat antara kita
satu untuk cinta...

Kini hanya perenungan panjang menata hati ini
ketika kutahu banyak pengurbanan dengan ketulusan hati
ada di keluarga ini...
kubersujud ...dan kutengadahkan tanganku...
mohon padaMu ya Allah....
semua akan selalu indah dalam perbedaan...
ada pengorbanan yang harus dibuat demi satunya cinta ....
tanpa ada sekat...tanpa ada batas menyelami luasnya samudra....

Tak perlu harta untuk berkurban tapi hati yang tulus menerima
perbedaan yang ada....
Tak perlu keangkuhan....tapi kerendahan hati tuk berkurban
Tak perlu memperlihatkan ke banyak orang ......
tapi lihatlah kesederhanaan pengurbanan waktu karena cinta
tuk ikut merayakan lebaran haji kali ini......

Medio: 15 Oktober 2013
terimakasih buat mama yang sudah membuatkan kami ketupat yang enak di saat lebaran haji kali ini.

0 Ku Sambut Desiran Angin di Danau Batur

Rabu, 02 Oktober 2013
Kusampai di pegunungan di Kintamani
Alam menampakan binar-binar keceriaan, awan-awan menari-nari di atas dengan panas yang terik menampar pipiku hingga kemerahan...
Ku berdiri di atas melihat hamparan air yang membiru dengan bercak-bercak sinar yang memantul ke mata yang menatap penuh dengan kekaguman melihat alam ini

Kuturuni jalan menuju danau dengan hempasan angin yang menghembus
Sejuk membalut pori-poriku , membuat kurapatkan mantel menahan kebekuan udara yang tertiup dari arah danau
Kusambut desiran angin dengan membuka rongga dadaku, oh segarnya udara di tepian danau

Lekuk-lekuk danau  menampakan keindahan yang tersembunyi dalam bayang-bayang sinar mentari
Biru warnanya bercampur hijau dengan kelembutan yang memanjakan mata tuk memandang pesonamu
Biarlah desiran angin dan warna danaumu menyejukan hati ini , membuat ku damai menatapmu

Makan siang di tepi danau dengan hembusan angin, nasi pedas menambah keasikan bercengkerama di bawah rimbunnya pohon...
Rasa lapar hilang dengan suasana yang riang menyatu dengan alam ini
Genggaman kabut menyatu dengan suasana hati yang menyejukan nurani, ku sapa alam ini penuh kagum...

0 Pernahkah, Kau Selami Hatiku ?

Sabtu, 14 September 2013
Inilah jiwaku, ku tak tahu apa-apa ketika kau katai aku dengan dustamu
Inilah hatiku, yang tak pernah diam untuk mengeluh akan kata-katamu yang menyibakan kejelekan jiwamu
Inilah rohku, selalu tulus untuk mengajari kebenaran hakiki dalam hidup

Kutahu, kau hanya ingin menyelamatkan egomu dan mengalihkan ke orang lain
sungguh naif, nafsu dan tidak mau salah yang membuatmu menunjukan hati picikmu
Tahukah kamu akan hati ini, walau sakit tapi kuajarimu dengan kebenaran dan kejujuran
Kadang manusia sering kali hanya peka pada diri sendiri, apa tidak tahu ketika kata-kata yang bisa membunuh orang bahkan lebih kejam dapat melukai bahkan sampai bolong hati ini?????

Pernahkah kau rasakan ketidakbenaran yang kau katakan hanya untuk membela diri itu membuat orang lain punya cap negatif????
Pernahkah kau rasakan betapa kata-katamu itu membuat orang lain menjadi punya citra buruk????

Aku tahu, tiada kepekaan di hatimu, mencari tameng dari orang lain yang mungkin bisa jadi dewa penolong
tapi tahukah , justru itu membuat situasi jadi keruh?????
Hujatan menempa hati  ini bukan satu kali, beribu-ribu bak pisau yang menyayat .....perih....sakit...darah... mengalir....terus tiada henti.....

Ku hanya bisa meneteskan air mata , Tuhan berhakkah aku marah????
Pantaskah aku benci dengan kemunafikannya????
Ku pendam sakit ini, karena ku tak mau hati ini penuh dengan kotoran yang sama dengannya
Tuhan, bolehkah kau kuatkan aku??
Tetaplah hati ini bersih, putih, ku tak ingin hatiku dikotori dengan kebencian....

Medio: 15 September 2013
Untuk segenap jiwa yang masih kotor, bersihkanlah jiwamu, penuhi dengan kasih

2 Jimbaran ,Ku Kan Kembali

Rabu, 04 September 2013
Coba lihat di kegelapan malam ku berdiri di pasir yang tebal, deburan ombak terdengar sayup-sayup
menggelorakan jiwa....
Ku duduk menikmati suara ombak dan kegelapan malam.....tak terasa makanan dan minuman sudah tersaji dalam meja -meja .....
Nikmatnya keindahan malam diselingi dengan suara gitar pengamen yang menyanyi.....bak penyanyi pop ringan ....
Selang sesaat menikmati makan malam , masih kurindukan suasana yang mengharu biru dadaku ini, saat-saat tarian yang menemaniku....

Ku pernah berdiri di sini, menatap kerlap-kerlip bandara yang menurunkan dan menerbangkan kapal yang menyapa dengan sinar -sinar yang berkerlap-kerlip...
Menatap bintang yang terang penuh pengharapan akan jiwa yang tenang.....kusapa camar-camar yang berterbangan kembali ke sarangnya.
Ku yakin indahnya kegelapan malam ini........tetap menjadi pesona yang memancar...
Tiada kata-kata bagiku untuk mengeluh akan indahnya panorama malam di Jimbaran

Tahukah ketika hati ini masih ada di sini ketika ku sudah berjalan jauh , menjauhi heningnya malam itu yang penuh kenangan....
Masih ada hatiku yang tertinggal di Jimbaran .....
Kumasih ingat akan lekuk-lekuk pantaimu, deburan ombakmu, menari-nari jelas di mataku...
Jimbaran, kau tak pernah kulupakan ....Jimbaran , ku kan kembali, suatu saat mendekap pesona pantaimu di keremangan malam....