Asap mulai mengintai saat api mulai menyala dari sudut-sudut hutan
tak menyangka redupkan semangat insan
yang ada
Hanya keluh kesah dari hati yang cemas
seakan asap tak penah mau hilang dari hadapan mata
Bingkisan asap tahun ini membuat
semua mencaci maki , berdebat , mencerca sampai lelah mulut ini untuk merancau
tak keruan
Apa pedulimu untuk kami yang sudah rindu dengan udara yang bersih
ingin melihat pancaran mentari lagi yang selami ini enggan menyapa kami
Entah sudah berapa kali kami harus luapkan hasrat ini, tapi ini hanya
impian belaka, hanya sebatas keinginan yang sirna dengan hilangnya sinar
mentari....
Kami hanya bisa menjerit dalam balutan duka dengan ribuan pilu yang menemani hari-demi
hari yang entah kapan akan berakhir?????
Turunlah hujan tuk sedikit saja menghapus asap yang mulai mengitari ruang
hidup
Rengekan kami tak mampu membuat hati penguasa bergeming
Andai saja semua mau sedikit saja memperhatikan alam ini yang sudah
dirambah dengan tangan-tangan kotor yang melukai alam
Hanya ada tangisan alam yang tak pernah berhenti dan kita harus
berhati-hati kala alam mulai murka dan menjuntai petaka bagi insan di
bumi.....hati-hatilah hai manusia jangan pernah abaikan alam yang sudah bosan
dianyam dengan rajaman luka.
Medio: 21 Maret 2014
Hanya ada seuntai puisi untuk menghapus kesedihan bagi warga Riau....


