6 Waktu Berlalu

Jumat, 02 Mei 2014


Kuhitung jejak langkahmu, betapa cepat waktu berputar
Kau telah menjelma menjadi pemuda yang siap menantang dunia
Andai saja kubisa menembus sukmamu , kuingin tahu apa yang ada dalam hatimu
Lewat kidung-kidung kebaikan kutuliskan catatan hati dalam lembaran kertas putih
Anakku....
Entah mengapa waktu berpacu semakin kencang
Aku hanya bisa ungkapakan kerinduanku padamu
Saat kau masih dalam pangkuanku, berceloteh dengan bibir kecilmu
Hanya aksara ini yang bisa kugoreskan
Menggulung sejarah masa-masa indah dalam  pelukan kasih
Kini ku harus siap melihat bayang-bayangmu menghilang tuk songsong masa depanmu...
Anakku....
Kadang gemilang resah selalu menghantuiku
Engkau akan punya cerita sendiri dan aku hanya penjaga hatimu
Agar kau masih dalam pelukan kepingan cinta Allah
Hanya itu doaku untukmu...
Anakku
Kau terhias dengan cinta kedua orangtuamu
Ingin kembali kupeluk dirimu erat-erat agar kau masih dalam dekapanku
Tapi ku harus memberimu kesempatan  mengawali hidupmu
Kuharap engkau akan menenun ketabahan demi ketabahan dalam hidupmu
Sampai kutahu kau akan meraih kejoramu di ujung langit...

Cirebon 3 Mei 2014
Buat anakku yang baru saja lulus sarjana  , mama doakan agar engkau selalu dalam lindunganNya dan meraih mimpi-mimpimu di ujung langit

2 Duniaku, Aku Duniamu

Kamis, 24 April 2014


Tanah-tanah mulai mengering di saat hujan sudah mulai bosan turun
Air mulai banyak hilang dari akar-akar pohon yang mulai meranggas
Duniaku mulai tua.....
Saat duniaku mulai bermandikan dengan derita yang berkpanjangan
Tangan-tangan rakus mulai menggerogoti duniaku
Hanya ada butir air mata dari duniaku
Tetes demi tetes mengalir dengan kesakitan yang memilukan

Sang pemilik dunia telah memperingati umatNya
Tapi kerakusanlah yang menguliti kulit-kulit duniaku
Semakin terkoyak dalam rintihan
Duniaku mulai tua.....
Hanya terucap penyesalan yang panjang
Seteguk kehancuran yang mulai diramu
Sampai duniaku tak sanggup lagi menangis.

Cirebon 25 April 2014
Memperingati hari bumi 22 April 2104. Duniku sudah makin tua dan makin hancur karena ulah manusia.....

2 Aku Harus Pergi

Kamis, 10 April 2014


Geliat pagi sudah tampak dari jendela kelas yang berjejer
Sapaan pagi itu tak membuatmu kehabisan kata
Tuk membujukku tuk tetap di sini di kelas kimia
Banyak hal yang berkecamuk dalam dada ini
Apakah aku harus meninggalkan sahabat remajaku

Serasa dilesap angin ketika kamu memohon padaku
Dengan kepingan asa agar aku tak pergi
tapi aku tak mungkin berdiri lagi di kelas ini
ada rasa yang tak pernah kau tahu
aku tak mungkin bertahan dalam kegamangan lagi

Jangan merajuk lagi, aku jadi sedih
Seperti rajam yang melukai relung hatiku terdalam
Tapi aku harus pergi, sauh sudah dilepas
Masih ada anak-anak lain yang terjebak dalam miskinnya pendidikan
Aku tahu, kamu pasti bisa bersanding dengan asa lain di kelas kimia
Hatiku serupa sauh yang harus berlabuh di tempat lain
Merambah anak-anak lain di belantara ilmu
Aku tahu, akupun tak mampu menghadapi perpisahan ini
Seperti kehilangan sebagian jiwaku
Tapi semua harus berakhir...

Kenanglah kita selalu berkarib dengan unsur-unsur penyatu
Yang membentuk senyawa indah dalam kebersamaan
Saat oksidasi perasaan yang menyebabkan lepuhnya hati
Akan mereduksi sampai batas nadir
Aku harus pergi.....

Cirebon 11 April 2014
Saat ingin kupergi dan sahabat remajaku banyak yang merajuk tapi aku harus pergi....

4 Banyak Rindu

Kamis, 27 Maret 2014


Saat ini kumasih terjebak dalam kerinduan yang panjang ,
terbayang raut anak-anakku tapi tak dapat kupeluk...
Andai saja  engkau ada dalam pelupuk malam-malam
Kuingin ada canda dan tawa yang akan berpagut dalam sukacita
Tapi engkau jauh dari jangkauanku
Begitu rinduku yang mulai merambah dalam sela-sela jiwa sampai terasa perih
Ingin kutatap dan kucandai kali ini saja, kapan kau datang menyambangi hati mama
Agar rindu yang sudah menggumpal ini mencair
Bak es krim yang meleleh sedikit demi sedikit....

Tak terbayangkan saat anak-anak itu melayat sendu menunggu ibunya pulang
Dalam ketakpastian saat pesawat itu raib dalam kecupnya langit biru
Tak ada yang tahu sampai kapan mereka harus berpesta pora dalam kesedihan
Sampai air mata mengeringpun rindu tak terbalaskan
Hanya detik detik penantian bagai denting piano yang menyeruak tanpa henti
Entah sampai kapan akan berhenti
Hembuskanlah angin agar di sana mereka tahu ada banyak rindu yang menanti
Akan terbalaskah hembusan rindu itu????
Tak ada yang mampu menjawabnya....

Di sini aku mengeluh padahal masih dapat bersua
Sedangakn mereka masih berteman dengan dinding –dinding kesunyian
Menunggu dalam buncahan rindu
Alangkah bodohnya aku , rinduku masih bisa terjawab
Tak patut aku mengeluh  di saat orang-orang itu menampung tabungan rindu
Kini ku pinta dalam sujudku agar sang perindu datang pada  mereka
Berbisik bahwa semua akan baik- baik saja
Dan akan melepaskan gundah yang meleleh tanpa congkak
Sampai bertenu dalam pelukan  kerinduan

Medio;28 Maret 2014
Aku rindu dengan anak-anaku yang jauh dariku dan tak terbayangkan betapa banyak rindu untuk keluarga yang ditinggalkan karena kecelakaan pesawat MH370

7 Asap Menari-nari Di Langit

Kamis, 20 Maret 2014


Asap mulai mengintai saat api mulai menyala dari sudut-sudut hutan
tak menyangka  redupkan semangat insan yang ada
Hanya keluh kesah dari hati yang cemas
seakan asap tak penah mau hilang dari hadapan mata
Bingkisan asap tahun  ini membuat semua mencaci maki , berdebat , mencerca sampai lelah mulut ini untuk merancau tak keruan
Apa pedulimu untuk kami yang sudah rindu dengan udara yang bersih
ingin melihat pancaran mentari lagi yang selami ini enggan menyapa kami
Entah sudah berapa kali kami harus luapkan hasrat ini, tapi ini hanya impian belaka, hanya sebatas keinginan yang sirna dengan hilangnya sinar mentari....
Kami hanya bisa menjerit dalam balutan duka  dengan ribuan pilu yang menemani hari-demi hari yang entah kapan akan berakhir?????
Turunlah hujan tuk sedikit saja menghapus asap yang mulai mengitari ruang hidup
Rengekan kami tak mampu membuat hati penguasa bergeming
Andai saja semua mau sedikit saja memperhatikan alam ini yang sudah dirambah dengan tangan-tangan kotor yang melukai alam
Hanya ada tangisan alam yang tak pernah berhenti dan kita harus berhati-hati kala alam mulai murka dan menjuntai petaka bagi insan di bumi.....hati-hatilah hai manusia jangan pernah abaikan alam yang sudah bosan dianyam dengan rajaman luka.

Medio: 21 Maret 2014
Hanya ada seuntai puisi untuk menghapus kesedihan bagi warga Riau....