8 Mama Selalu Ada Dalam Kotak Hatiku

Senin, 09 Juni 2014


Kata-kata yang terbingkaikan dalam balutan cinta hanya ini yang kubisa berikan untukmu
dekap kasihmu meminang lelapku saat malam tiba
Kau rengkuh aku dalam pelukan hangatmu
dan sampai saat ini kasihmu masih mewangi dalam perjalanan hidupku

Mama, kadang raga ini rapuh tapi kau selalu menjadi tempat berbagi kisah
yang terangkan dalam file cerita  yang tersaji dalam hitungan hari
Saat kurebahkan dalam pelukanmu semua hilang tak berbekas
menguap terbawa alunan nada –nada riang yang selalu kau dendangkan

Kini saat usiamu sudah menua ,
engkau tetap menjadi matahariku, lentera yang bisa menembus dinding hatiku
Tetap selalu menyadarkan dalam dadaku ini kau selalu ada dihatiku
tetaplah selalu menjadi lenteraku.....

Berbicara dalam jiwaku aku tak mungkin membalas apa yang telah kau berikan untukku
Mama, ....
Kombinasi rasa yang ada dalam ruang hatinya
Menemaniku sampai usiaku menjelang senja, rasa yang menyuguhkan bingkai indah selalu...

Mama, maafkan aku, masih belum dapat memberikan banyak untukmu
Di ujung senjamu...
Tapi  sulur-sulur cintamu tetap ada dalam kotak hatiku
yang selalu menyejukan hati dengan omelan-omelanmu.

Kini aku merasakan , apa yang kau rasakan
Mengulas kesah cinta untuk anak-anak adalah warna semesta
Yang akan mengiringi seumur hidupmu
Sampai maut memisahkan kita.....

Doaku untuk mama
Cirebon, 10 Juni 2014
Saat mama ulang tahun yang ke 81 tahun.

Mama dengan 4 anak perempuannya 
Foto ini diambil saat mama ultah yang ke 80 

10 Warna Cinta

Senin, 02 Juni 2014


             Masih kuingat saat aku mulai merasakan getar-getar yang ada dalam rahimku, dan aku mulai tersenyum. Inikah buah cintaku yang akan datang ke duniaku???/ Sembilan bulan aku merasakan kehidupan yang nyata dalam perutku, aku bisa mengajaknya bebicara dan mengeluh apa saja yang melanda hatiku. Aku percaya, anakku mengerti di dalam sana . Tak terasa sembilan bulan berlalu, kudapatkan cinta dari bayi mungilku. Riak-riak tawanya, tangisnya menandai hari-hariku yang penuh cinta di rumah sederhana
 .
Warna Cintaku semarak dengan hadirnya kedua buah hatiku

            Tak kusangka hari demi hari yang aku lalui begitu cepat ternyata kedua anakku menjadi tumbuh dewasa, semakin aku menambatkan cintaku pada mereka. Dua anak yang mewarnai kotak hatiku, nama mereka selalu kusemat dalam hatiku. Yudhistira Aditya Nugoroho dan Aninditya Putri Nugroho, merekalah cintaku yang selalu memberikan rasa rindu untuk selalu berdekatan, di saat mereka ada di sisiku , banyak cerita cinta yang bisa saling diungkapkan dalam kegiatan sehari-hari, berlibur bersama, makan bersama. Bahkan kegiatan yang paling kusukai adalah bercerita di tempat tidur, kamar tidurku akan penuh dengan certa cinta  dan diselingi dengan senda gurau dan tawa yang menggema sampai relung hati, kadang aku sering tergelitik dengan cara mereka bercerita dan sering masa –masa itu selalu terkenang. Sudah puas mereka bercerita dan memporakporandakan kamar  tidurku dan segera mereka kabur keluar dengan tawa mereka yang membahana  dalam kamarku. Aku hanya bisa pasrah dan ikut tertawa dengan mereka.
Tempat favorit untuk berbagi cerita

            Saat berlibur bersama , banyak cinta yang bisa kurengkuh bersama anak-anak. Kedekatan dan kebersamaan yang membuahkan ikatan cinta  yang semakin erat. Masa-masa kebersmaaan saat liburan cintaku semakin nyata terekam dalam perbuatanku pada mereka,,begitu juga mereka. Mungkin , ibu lain sering memasak masakan kesukaan anak-anak tapi karena aku tak pandai memasak, makanya momen makan bersama di luar bisa merupakan ajang cinta kami direkatkan, mereka selalu memilih tempat makan yang mereka suka. Saat ada binar –binar kegembiraan di wajah mereka , kadang ada rasa haru yang menyelinap di hatiku.Kubahagia dengan warna cinta yang diberikan anak-anakku.
Saat berlibur bersama di kota Palembang

            Kini aku sering merasakan kesepian saat mereka jauh dariku, aku acapkali membuka album kenangan cinta bersama mereka serta album kenangan dalam bayang-bayang cinta yang selalu kusimpan dalam hati. Sampai aku bisa bertemu lagi dengan mereka saat mereka berlibur atau aku mengunjungi mereka, pertemuan yang selalu memberikan kehangatan cinta . Pertemuan yang singkat karena aku tak mungkin menengok mereka dalam jangka waktu yang lama, tapi waktu yang sangat berharga untuk dilakukan bersama walau hanya ada dalam rumah saja. .

            Saat-saat aku gamang memang cinta kedua belahan hatikulah yang selalu menghiburku, baik melalui sms atau tulisan /puisi yang diberikan padaku. Banyak cinta mereka yang membuatku terisnpirasi untuk banyak berbuat dalam hidupku. Dengan melihat mereka tersenyum dan tawa lepas mereka aku merasakan terlepas dari masalah yang sedang menderaku.  Memang cinta itu sering menyelip di hati siapapun begitu juga aku dengan kedua belahan jiwaku. Saat –saat bisa bersama dengan mereka adalah saat monumental cintaku. Anak-anakku , hanya cinta tulus  yang dapat mama berikan pada kalian dan rangkaian puisi ini adalah rasa cinta mama buat kalian.

Untuk Ananda

Melipat jarak yang memisahkan aku denganmu
Tak membendung rasa cintaku untukmu
Kadang aku harus berkorosi dengan rasa perih saat kita berjauhan
Tapi aku tetap terlelap dalam pelukan cintamu
Ananda...
Ingin kugiring rasa gelisahku saat kau tak ada si sisiku
Kuingin kembali memelukmu sekali lagi
Ingin kudengarkan denyut nafasmu yang selalu merenda dalam dadaku
Sampai aku merasakan hangatnya cintamu untukku...

Cintamu memborgol sejumput jiwaku
Menembus gemintang di ujung langit sana
Tapi cintamu selalu bertahta dalam kotak hatiku
Sampai maut memisahkan kita
Ananda...
Sekali lagi aku meretaskan warna cinta dalam hidupmu
Menyingkirkan kepingan sedih di hatimu
Menguatkan pilar-pilar cinta kita bersama
Dengan lantunan doa –doa agar cinta kita selalu abadi dalam sanubari....

Blogpost ini diikutsertakan dalam lomba Blog CIMONERS

http://cintamonumental.blogspot.com/2014/05/lomba-blog-2-tantangan-untuk-2.html





10 Rejeki Tak Pernah Salah

Kamis, 22 Mei 2014
http://www.lovrinz.com/

Kadang awan nafsu masih menggoda setiap insan akan harta orang lain
Mengulas rasa iri yang terpendam dalam sepetak hati
Yang tak tahu bersyukur....
Membeku dalam dinginnya kalbu bersembunyi dan merongrong tanpa kata
Bayang-bayang rejeki orang lain mengulas kesah yang tak berujung
Hanya cerita –cerita yang menyatu dalam kegelisahan

Cobalah tanyain dirimu , sampai saat ini
Masih hidupkah?
Masih sehatkah?
Masih bahagiakah?
Mengapa lagi masih kau pertanyakan rejekimu
Itu semua sudah menjadi bagianmu yang kau dapat dari rejekimu dari Tuhan.
Masih kurangkah??????

Memang bayang-bayang fatamorgana di seberang sana sering menggoda
Rasa yang terlihat indah disuguhkan untuk membuat sulur-sulur rasa iri
Tapi rejeki tak pernah tertukar sekecil apapun
Menisik rejekimu yang kecil dengan ucap syukur
Lebih berharga untuk disyukuri
Sampai kita dapat melukis hari ini dengan rasa syukur akan rejeki kita...

Cirebon,23 Mei 2014

Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway Yuk Menulis Part 2

http://www.lovrinz.com/



6 Waktu Berlalu

Jumat, 02 Mei 2014


Kuhitung jejak langkahmu, betapa cepat waktu berputar
Kau telah menjelma menjadi pemuda yang siap menantang dunia
Andai saja kubisa menembus sukmamu , kuingin tahu apa yang ada dalam hatimu
Lewat kidung-kidung kebaikan kutuliskan catatan hati dalam lembaran kertas putih
Anakku....
Entah mengapa waktu berpacu semakin kencang
Aku hanya bisa ungkapakan kerinduanku padamu
Saat kau masih dalam pangkuanku, berceloteh dengan bibir kecilmu
Hanya aksara ini yang bisa kugoreskan
Menggulung sejarah masa-masa indah dalam  pelukan kasih
Kini ku harus siap melihat bayang-bayangmu menghilang tuk songsong masa depanmu...
Anakku....
Kadang gemilang resah selalu menghantuiku
Engkau akan punya cerita sendiri dan aku hanya penjaga hatimu
Agar kau masih dalam pelukan kepingan cinta Allah
Hanya itu doaku untukmu...
Anakku
Kau terhias dengan cinta kedua orangtuamu
Ingin kembali kupeluk dirimu erat-erat agar kau masih dalam dekapanku
Tapi ku harus memberimu kesempatan  mengawali hidupmu
Kuharap engkau akan menenun ketabahan demi ketabahan dalam hidupmu
Sampai kutahu kau akan meraih kejoramu di ujung langit...

Cirebon 3 Mei 2014
Buat anakku yang baru saja lulus sarjana  , mama doakan agar engkau selalu dalam lindunganNya dan meraih mimpi-mimpimu di ujung langit