Aku masih ingat denganmu kawan,
saat-saat bersama menyapa siswa di pagi hari, aku selalu melihat senyummu, aku
suka lihat senyummu
Kadang kupandangi senyummu yang
kadang memberikan kehangatan di sanubari
Ingin ku selalu menatap senyummu
kawan, tapi kini aku tahu kau telah pergi tak akan kembali, andai saja aku bisa
melihat senyummu sekali lagi.....andai saja....
Perih rasa saat aku tahu senyummu
menghilang didera rasa sakit yang menderamu, kadang aku merasakan rasa yang kau
derita
Aku ingin menangis saat senyum
samar-samarmu meluruh dengan sakit yang menggemgammu sampai kematian
menjemputmu
Kini saat kau pergi tak terasa
telaga rinduku mengharapkan kau tak pergi.....
Getir sejarah yang kau alami tapi
aku tahu senyummu tak akan pernah hilang di hatiku ,akan aku simpan dalam hati
Pergilah kawan ke kedamaian yang
abadi , aku akan mengejar rinduku untukmu
Menghantarkan puisi ini untukmu,
bemain dengan kata-kata tuk menerbangkan harap agar kau akan baik-baik saja di
sana...
Selamat jalan kawan, aku akan
selalu merindukanmu sampai aku lelah menyengat hati tuk selalu mengingatmu
melalui senyummu
Berkecamuk hadirkan ruhmu dalam
bayang-bayangku akan selalu menemaniku
Kini kau telah mengusik hatiku ,
dan aku telah terlanjur tumpah ruah air mataku saat aku mengeja kata-kata yang
kurangkai untukmu
Pergilah kawan , ke tempatmu yang
damai di sana!!!
Cirebon, 8 September 2014
Untuk bu Yustin, selamat jalan
teman, senyummu akan selalu menemaniku





