Gambar dari sini
Desa Sukamanah sedang heboh akhir-akhir ini. Dimana-mana
semua memmbicarakannya, di warung, di kantor, di pasar. Semua tentang Abdul . Baru-baru
ini Abdul dicekal dilarang masuk ke desa Sukasari. Ini membuat warga Sukamanah
gak terima. Warga Sukasari memberi alasan kalau Abdul sudah terkenal sebagai
provokator orang-oang desa untuk menjual sawah mereka ke orang kaya di kota.
Warga Sukasari gak mau warganya diintimidasi oleh Abdul. Tapi warga Sukamanh
gak terima karena selama ini Abdul orang baik, rajin beribadah dan kalau
menjadi perantara jual tanah itu kan pekerjaan halal. Tapi warga Sukasari gak
terima karena Abdul memakai ancaman kalau warga gak mau jual sawahnya.
Begitulah mereka mulai berseteru.
Inem pedagang keliling sering sekali diancam untuk tidak
masuk ke desa Sukasari, karena warga Sukamah mengancam akan memboikot semua
hasil tani , semua yang berasal dari desa . Dan melarang semua orang masuk ke
sana. Inem tetap saja masuk ke sana walau dilarang. Inem butuh uang dan dia
punya hak untuk berjualan di mana saja, tak boleh ada yang ngatur . Warga
Sukasari merasa mereka punya hak untuk menolak orang yang membuat keresahan warganya.
Ternyata warga Sukamanah semakin memanas. Mereka mulai membuat petisi agar
warga mereka gak masuk ke sana. Kalau ada yang masuk akan ada sangsi berat.
Tapi warga Sukaamnah sih biasa-biasa saja. Toh bukan dia yang memusuhi. Dan
selama ini juga mereka baik-baik saja. Tak masalah mereka gak mau masuk ke
sini.
Lira bingung karena sudah hampir 3 minggu Dodi gak datang ke
rumahnya karena Dodi diancam gak boleh mengunjungi Lira. Padahala Dodi sudah
berniat akan melamar Lira pada orangtuanya. Tapi kini gegara masalah cekal
mencekal begini , cinta mereka terancam bubar. Bagaimana keluarga Dodi bisa
datang kalau ada larangan untuk masuk ke desa Sukasari. Bisa-bisa gagal
pernikahan ini. Seminggu lagi acara
lamaran akan dilansgungkan tapi belum tahu gimana masuk ke sana.
“Coba kamu
bisa masuk ke sini lewat desa Sudimampir saja. Kamu pergi ke Sudimampir dari
sana baru masuk ke sini. Tapi jangan sampai tahu. Kalau bisa gak usah banyak
yang ikut agar tak ada yang mencurigai,”tukas Lira. Dodi setuju . Dia dan keluarganya
harus memutar agar bisa ke Lira tapi tak mengapa . semua demi cinta. Dan memang
akhirnya proses lamaran sukses. Tapi bagaiamana dengan acara pernikahan kelak? Ini
membuat dua keluarga harus cari jalan agar masalah ini gak berkelanjutan. Warga
Sukamanh harus legowo. Tapi perang masih berlanjut
Sampai suatu saat Dulah warga Sukamanah melapor pada aparat
desa kalau dia diancam bawahan Abdul untuk menjual ladangnya. Sudah berulang kali
keluarganya diteror. Dan membuat keluarganya tak tenang. Dan ternyata sudah ada
2 keluarga lainnya yang mendapat ancaman. Kades sudah menyuruh bawahannya untuk
menyelesaikan masalah ini tapi kenyatannya sangat sulit karena jaringannya yang
sudah kuat. Kades merasa bersalah. Betul warga Sukasari gak mau menerima Abdul
ke sana karena sudah meresahkan. Dan Kades mengusir Abdul dan kawan-kawannya
keluar dari desa kalau tidak akan dilaporkan polisi.
Dan akhirnya permusuhan dua desa hilang dengan keluarnya
Abdul dari desa Sukamanah. Yang senang Lira dan Dodi karena pernikahannya bakal
bisa berlangsung dengan aman sentosa tak perlu sembunyi-sembunyi lagi.