0 Sidang RT

Senin, 15 Juli 2024


 Gambar dari sini

 

Entah kenapa di RT Komar sekarang sedang ribut mirip sekali dengan negeri ini yang ribut dengan sidang MK. Lah ini lingkup kecil saja sangat ribut dengan sidang RT. Ini semua gegara pemilihan ketua karang taruna. Gara-gara ketua karang taruna yang terpilih adalah anak dari pak RT. Semua curiga kalau ketua karang taruna terpilih, Johan bisa menang karena cawe-cawe bapaknya. Pokoknya gak kalah ramai seperti pemilihan presiden bulan-bulan yang lalu. Kubu lawan semua setuju akan melaporkan ke Mahkamah RT agar pemilihan diulang lagi tanpa Johan ikut serta .

 

            Laporan dari kubu sebelah sudah masuk ke mahkamah RT dan penggugat tahu semua anggota mahkamah RT tak ada sangkut pautnya dengan keluarga Johan artinya semua bisa netral. Dan minggu ini sidang akan dimulai dengan pembacaan gugatan dari lawan. Lawan Johan adalah Syahrul yang didampingi dengan ratusan pengacara , teman-teman semasa SMAnya. Johan tetap santuy karena selama pemilihan justru dia lebih banyak melakukan kegiatan yang nantinya akan dia usahakan setelah bisa menjadi ketua karang taruna. Seperti berkebun di lahan kosong, membuat kompos, memilah-milah sampah untuk disetor ke bank sampah.  Mengadakan banyak pelatihan untuk anak muda agar mereka bisa berwirausaha dan pelatihan komputer. Johan fokus pada program yang akan dia laksanakan dan Johan tak sempat untuk memberikan bansos, karena uangnya diperuntukan untuk meperlihatkan program yang akan dia lakukan. Johan berharap RTnya bisa maju lewat anak-anak mudanya.

 

            Hakim : kamu tahu pihak Johan kasih bansos

            Saksi : tahu pak.

            Hakim : berapa kali dan dimana

            Saksi ; Lupa pak.

            Hakim : Kok bisa lupa? Lihat gak ?

            Saksi: kata orang

 

Begitulah banayak saksi didatangkan tapi semua tak bisa menjelaskan dan membuktikan ada kecurangan. Semua dagelan kosong. Bahkan ketua RW dan kepala desa dihadirkanpun tak membawa hasil yang positif. Tapi kubu Sahrul tetap ngotot walau di mahkamah RT sudah banyak hal yang tak benar tapi tetap saja Syahrul ingin mengajukan gugatan ke pengadilan karena merasa tak ada keadilan bagi dirinya.

 

            Tapi beberapa waktu sebelum Syahrul mengajukan gugatan ke pengadilan , pemuda-pemuda RT datang ke rumah Syahrul dan mendemo dan membawa banyak barang bukti kalau kubu Syahrullah yang suka memberikan bansos dan uang pelicin bagi yang mau pilih dirinya. Mereka marah dan mereka akan berada di kubu Johan. Banyak pendukung Johan bahkan pendukung Syahrul yang berbalik pada Johan. Syahrul tak berkutik. Semua berpihak pada Johan. Dia sudah kalah. Percuma melakukan gugatan lagi . Syahrul mendatangi Johan dan memberi ucapan selamat dan ingin turut membantu program Johan. Johan dengan senang hati menerima Syahrul karena kemajuan RT semua tergantung kerjasama yang baik dari warganya. Drama sudah usai

           

0 Tak Sesuai Harapan

Senin, 24 Juni 2024

 


Gambar dari sini

 

Kadang harus ikhlas kalau harapan kita tak bisa diraih

Walau sebetulnya bisa tapi ada saja aral yang menghambat

Kadang bukan dari diri sendiri tapi dari luar

Kadang harus ikhlas tanpa mengeluh

Padahal itu sulit sekali

 

Jiwa meronta gak terima tapi keadaan yang memaksa

Untuk tetap berada di sini tanpa mimpi-mimpi

Hanya rutin yang kadang membelenggu

Hanya tembok-tembok yang membatasi

Sunyi seiring mimpi yang hilang

 

Kadang hati kecewa padahal janji dulu akan meraih mimpi-mimpi

Tapi semua sirna tanpa bekas

Yang ada sendiri menatap mimpi yang hilang

Entah kemana

Hanya merenung dalam diam

 

Menangis dalam sepi tanpa air mata

Yang ada tak perlu mengeluh

Biarlah sunyi menemani setiap saat di hari-hari yang membosankan

Semua harus diterima denga hati

Biarlah sepi akan selalu menemani sepanjang hari

 

Cirebon, 25 Juni 2024

2 Terbang Seperti Burung

Senin, 10 Juni 2024

 


Gambar dari sini

 

Terbang , aku ingin terbang menggapai citaku seperti burung

Yang tak pernah lelah mengepakan sayapnya

Terus berputar , terus melaju dengan kecepatan

Menuju satu titik tujuannya untuk berhenti sementara

 

Berhenti untuk istirahat sambil makan serangga yang ada

Dia tak pernah lelah

Esoknya dia terbang lagi dengan tujuan

Entahlah sampai kapan burung akan berhenti selamanya

 

Tapi kadang aku iri , aku hanya berputar-putar di tempat saja

Tak mampu terbang tinggi karena banyak yang menahan

Ego, rasa malas yang membelenggu diriku

Kuingin melepaskan belenggu ini tapi sulit aku buka

 

Tolong, lepaskan semua belenggu ini, aku ingin terbang

Seperti burung , bebas melanglangbuana kemanapun dia mau

Aku ingin mencapai apa mimpiku tapi aku masih jalan di tempat

Beri aku harapan kembali agar aku bisa terbang sejauh mungkin

 

Cirebon, 11 Juni 2024

0 Petugas KPPS

Senin, 27 Mei 2024

 


 Gambar dari sini

Kosim sangat senang menjadi petugas KPPS. Secara signifikan dia akhirnya menjadi terkenal. Dari yang tadinya bukan siapa-siapa , sekarang banyak yang memperbincangkan. Dulu Kosim adalah pemuda pemalu karena dia tahu diri dari segi penampilan juga tak mendukung bahkan dia hanya pegawai rendahan dari sebuah kantor. Kini sering kali banyak gadis-gadis , emak-emak, bapak-bapak menyapa dirinya. Semakin hari rasa percaya diri Kosim sangat besar. Dia serasa artis terkenal saja. Apalagi dia melihat gadis yang dia taksir sejak dulu juga sudah mulai memperhatikannya. Tinggal sedikit pendekatan gadis itu bisa menjadi pacarnya.

 

            “Mas Kosim mampir dulu,”sapa tetangganya.

            “Iya bu, lain kali.”

            “Ayo, mumpung Diah ada di sini.” Kosim segera datang ke rumahnya. Kapan lagi bisa ngobrol dengan Diah gebetannya. Dada Kosim berdebar-debar . Kini dia bisa memandangi Diah lama sekali. Dan dirinya sangat senang melihat wajah Diah yang sumringah dia datangi. Ah, beruntung dirinya menjadi petugas KPPS, mimpi bisa dekat dengan Diah jadi terwujud. Beberapa kali Kosim main ke rumah Diah. Bahkan minggu lalu Kosim berani mengajak Diah untuk malam mingguan. Seperti ketiban durian runtuh .

 

            Hari pemilihan tiba, semua warga antusias untuk tetap memilih . Kosim sebagai puugas KPPS sangat sibuk melayani warga yang hendak memilih. Dibutuhkan kesabaran apalagi kalau warganya sudah tua atau warga yang tidak bisa baca tulis. Sampai penghitungan suara. Ini harus segera diteliti dengan baik dan disahkan oleh paar saksi. Jadi benar-benar diteliti dengan benar agar tidak terjadi kesalahan. Tapi banyak masarakat yang gak percaya dengan hasil penghitungan suara. Katanya banyak pengelembungan dan kecurangan dalam proses penghitungan suara. Bahkan TPS di daerah Kosim juga harus diulang . Betapa siang dan malam Kosim beserta timnya harus lembur untuk menghitung dengan seksama dan teliti agar tak ada lagi kesalahan. Sampai lembur sampai subuh membuat Kosim kelelahan. Begitu juga dengan yang lain.

 

            Beberapa hari Kosim sangat sibuk sehingga dia tak bisa menyambagi rumah Diah. Sebetulnya dirinya sudah rindu ingin bertemu tapi tugasnya belum selesai. Sampai Kosim tertidur di kursi dan dia mulai menghitung suara tapi tak pernah bisa tuntas, dia harus mengulang lagi. Begitu seterusnya sampai Kosim lelah dan melempar kertas yang ada di tangannya dan mulai berteriak.

            “Kosim, bangun , ada apa teriak-teriak?” tanya temannya. Kosim mengusap matanya, ternyata hanya mimpi. Dia begitu lelah dan berjalan gontai ke rumahnya. Semua wrga resah karena Kosim gak mau keluar dari rumahnya karena katanya dia takut dibilang curang karena salah memasukan data. Semakin hari Kosim semakin kurus dan kusam. Selalu berteriak-teriak . Sampai akhirnya dibawa ke rumah sakit untuk diobati karena depresi. Malangnya nasib Kosim hanya terkenal sebentar dan kini dia banyak ditinggalkan penggemarnya.

0 Menari Dalam Kesunyian

Senin, 13 Mei 2024

 


 Gambar dari sini

 

Lagu terdengar lirih dari kejauhan

Ragaku mulai menari mengikuti irama lagu

Terus mengalun lengkung tubuh dan tangan gemulai menari-nari

Dengan segala kepedihan yang ada

 

Bersanggul rindu akan kehadiran kekasih yang lama pergi tak kembali

Di sini menunggu dengan tarian kesedihan

Menanti dengan harap cemas, akankah datang kembali

Atau tetap pergi selamanya

 

Tak terasa air mata mengalir dan gerakan tubuhku semakin kuat dan kuat

Berputar terus dan tak mengikuti irama lagi

Yang dia tahu terus menari untuk menghilangakn rasa rindunya

Terus berputar-outar

 

Tapi kepalanya mulai terasa pusing

Gemetar tubuhnya dan peluh membasahi tubuhnya

Tapi tarian terus dilakukan, terus dan terus

Sampai tubuhnya lunglai tak berdaya hanya tangisan yang terdengar

 

Cirebon, 14 Mei 2024