2 Manusia Biasa

Senin, 27 Maret 2023

 


Gambardari sini

Kenangan berwarna bersamamu tak pernah kulupakan

Entah mengapa kau pergi dariku

Padahal katanya ilalang penghalang bakal kita lampaui

Tapi kau malah pergi

 

Pergi untuk perempuan lain

Aku di sini terluka , aku manusia biasa

Yang tak luput dari kekurangan dan ketidaksempurnaan

Aku simpan rinduku untukmu

 

Andai saja kau mengerti isi hatiku

Kau tak akan pergi dariku

Aku tak akan tersakiti

Aku manusia biasa yang punya sisi negatif

 

Saat semua masih indah terasa , kau begitu perhatian

Tapi kini kau tak pernah ada lagi untukku

Kau lebih memilih perempuan lain

Tapi aku mencintaimu sampai ajal menjemputku

 

Cirebon, 28 Maret 2023

2 Rumah Hantu

Senin, 13 Maret 2023


Gambar di sini  

Di sudut desa ada sebuah rumah yang orang sebut rumah hantu. Rumah itu tak berpenghuni. Penghuninya sudah lama pindah dari rumah tersebut. Kata orang sih perkara pembagian warisan yang bikin satu keluarga bertengkar dan akhirnya meninggalkan rumah. Bertahun-tahun rumah itu menjadi tempat tinggal hantu. Banyak orang yang suka melihat hantu perempuan dengan rambut panjang ada dalam rumah tersebut. Setiap orang yang lewat rumah itu selalu komat kamit baca doa agar tak melihat penampakan .

            “Hantuuuuuu,”teriak perempuan yang lari setelah melihat wanita berambut panjang di rumah tersebut. Semua warga keluar dan menenangkan prempuan itu. Rina perempuan itu baru saja pindah di desa sehingga belum tahu tentang rumah hantu itu.

            “Tenang mbak, memang di sini ada hantunya. Rumah ini sudah lama ditinggalkan penghuninya,”tukas salah satu warga desa. Rina hanya mengangguk , dia masih syok.

 

Beberapa kali Rina melewati rumah itu. Tapi lama-lama tak ada lagi rasa ngeri melihat rumah tersebut . Tapi di hati Rina ada sedikit penasaran. Hantunya apa selalu menampakan diri pada semua orang atau hanya orang tertentu saja. Rina menghentikan langkahnya tepat di depan pintu pagar yang sudah lumutan dan ditutupi daun-daun . Halaman sangat kotor , penuh tanaman liar. Waktu itu tiba-tiba saja dari balik pintu ada perempuan dengan rambut awut-awutan. Perempuan itu menatap dirinya dan tertawa-tawa dan melambaikan tangannya. Entah mengapa Rina malah tidak takut. Dia melihat wanita itu. Tidak mirip hantu. Wajahnya lengkap dengan mata, hidung dan mulut, hanya kotor saja. Mungkin jarang mandi. Tiba-tiba peempuan itu menghilang . Rina jadi penasaran. Hampir setiap hari dia mengamati rumah itu dan selalu melihat perempuan itu menampakan diri di depan pintu. Hanya menatap tajam dan melambaikan tangannya.

 

Rina menceritakan kecurigaannya kalau yang ada dalam rumah itu bukan hantu tapi peermpuan biasa. Tapi penduduk gak percaya.

            “Semua penghuni semua sudah gak tinggal di sini lagi. Semua anggota keluarga sudah pergi dari ruamh ini,”tukas pak Warto.  Rina masih penasaran, dia merasa perempuan itu bukan hantu. Suatu hari dia melihat anak yang berada di atap rumah tersebut..

            “Turun. Memang kamu gak takut ada hantu?

            “Gak. Gak ada hantu,”tukasnya

            “Kok tahu?” Anak itu turun dari atap rumah dan menghampiri Rina.

            “Dia bukan hantu.”

            “Maksudnya?” Anak itu menceritakan kalau yang di rumah itu adalah perempuan pemilik rumah itu. Setiap hari anak ini selalu membawakan makanan untuk perempuan itu. Boy, sudah menolong perempuan itu . Katanya sih perempuan itu rada sedikit gila. Rina menarik anak itu dan membawanya ke kepala desa dan menyuruh anak tersebut bercerita. Rina ikut meyakinkan tapi mereka masih sangsi.

            “Gimana pak, kalau kita masuk ke rumah itu, kata Boy, ada pintu masuk dari belakang rumah. Kalau memang gak ada . Kalau ada kasihan, kali peempuan itu butuh pertolongan.” Karena Rina bersikeras dan kalau tak ada yang mau bertindak dia mau melakukannya sendiri. Akhirnya aparat desa mau.

 

Dan benar saja di rumah itu tak ada hantu . Yang ada perempuan tua yang bau karena gak pernah mandi, kotor dengan tatapan liar. Dia mulai mengamuk . tapi akhirnya bisa dipegang oleh aparat desa . Perempuan itu akhirnya dibawa ke rumah sakit untuk diobati lebih lanjut. Entah bagaimana ceritanya perempuan itu sampai ditinggalkan oleh keluarganya. Masih menjadi misteri

 

 

2 You're Mine

Senin, 06 Maret 2023

 


 

Aku di sini

Kau di sini

Tak menyangka hadirmu membuat diriku bahagia

Entah mengapa kau selalu membuatku tersenyum

Sepahit apapun yang terjadi

 

Kamu adalah aku

Aku adalah kamu

Satu yang tak mungkin terpisahkan

Karena hati kita terpaut jadi satu

Satu untuk kebahagiaan bersama

 

Aku ingin jadi bagianmu

Kamu ingin jadi bagianku

Peganglah selalu erat hatiku agar aku tetap untukmu

Genggamlah tanganku agar aku tak terlepas

Sampai maut memisahkan kita

 

Kau adalah aku

Aku adalah kamu

Satu jiwa

 

Cirebon, 7 Maret 2023

0 Nyanyian Suara Hati

Senin, 27 Februari 2023

 


 Gambardari sini

Untaian bunga kukirim untukmu

Tanda rinduku padamu

Terirng doa untukmu yang selalu ada adi hati

Walau sering rasa ini terpuruk di sudut hati

Tapi cintaku padamu tak pernah padam

 

Biarlah nyanyian cinta kita terdengar sampai langit

Jika cinta kita tetap satu

Satu untuk selamanya walau jarak memisahkan kita

Berjuta rintangan yang ada di hadapan kita

Cinta kita tetap satu

 

Terselip rasa rindu saat mengingatmu

Tapi kita masih terpisah lautan yang luas

Kita yakin suatu saat kita kan bertemu dan bersatu

Dalam ikatan cinta seutuhnya

Biar maut yang memisahkan kita

 

Sambutlah cinta kita bersama

Dengan hati yang gembira tanpa curiga

Ilalang penghalang akan kita sapu sampai bersih

Yang ada hanya cinta kita

Cinta kita selamanya

 

Cirebon, 28 Februari 2023

 

 

 

 

 

 

2 Gempa

Senin, 13 Februari 2023


 

 Gambar dari sini

Murti hanya melihat dengan perasaan hancur aduk . Rumahnya sudah rata dengan tanah. Dia terburu-buru pulang dai tempat kerja setelah mendapat kabar di daerah rumahnya ada gempa yang besar. Murti mencari ke tempat orang-orang mengungsi mencari ibu dan adiknya. Dia menyisiri orang-orang yang mulai datang berdatangan tapi dia tak melihat ibu dan adiknya..Murti terduduk lemas, entah apa yang dia pikirannya masih campur aduk. Hampir semalaman Murti tak bisa memejamkan mata. Sudah ada beberapa tenda didirikan dan terus mengalir walau kadang masih jauh dari kata sempurna, tapi itu semua sangat membantu. Sudah hampir 5 hari ibu dan adiknya belum diketemukan. Sejak kemarin tim SAR mencari di atas puing-puing rumahnya. Sementara itu sudah mulai berdatangan bantuan.

 

Ternyata banyak hal yang terjadi di tempat pengungsian, dengan bantuan relawan yang tak seberapa dapur umum hanya ada di beberapa daerah saja itupun masih sangat sedikit. Jadi memang anadalan ya hanya indomie. Ini memang keadaan darurat. Juga banyak keadaan darurat yang tentu sulit mendapatkan hal sempurna dalam keadaan musibah seperti ini. Mengikuti kemauan orang banyak merupakan hal yang sulit. Beberapa orang yang tak diketahui asalnya  merusak tenda yang diberikan lembaga tertentu . Bahkan banyak orang yang menghadang bantuan dan meminta uang . Akibatnya banyak hal yang tak diinginkan terjadi. Banyak bantuan yang akhirnya gak bisa datang ke sana. Banyak relawan yang marah karena dipalak. Dan semakin semrawutnya penangananya, karena orang-orang itu. Padahal mereka bukan rakyat sini. Lalu mereka itu siapa. Organisasi apa yang mereka wakilkan? Entahlah . Murti sudah tak bisa lagi berpikir. Perusahaannya menyuruhnya cepat masuk kalau tidak mau diganti orang lain sedangkan dia masih bingung dengan keadaan ini.

 

Murti mencari pakaian bekas yang tertumpuk di sana. Dia butuh baju untuk bekerja. Dia mencari dari tumpukan baju. Masih banyak baju yang belum diambil pengungsi. Mengapa tak diambil? Apa mereka masih punya baju atau bajunya tak sesuai? Entahlah , bagi Murti sesuai atau gak dia butuh buat kerja. Dia mengambil sekitar 6 pakaian yang menurut dia pantas dipakai buat kerja. Tiba-tiba terdengar teriakan.

            “Murti, ibumu diketemukan.” Murti langsung berlari. Dia melihat ibunya sudah dalam keadaan tewas. Katanya ada di bawah tumpukan bata.

            “Ini ada satu lagi.” Murti mendekat dan ia tahu itu adalah adiknya. Dia sedih tapi lega , karena dia tahu dua bagian penting hidupnya sudah tak ada. Tinggal dia sendiri yang harus hidup sendiri.

 

            Semakin semrawutnya  pengelolaan pengungsi , banyaknya pungli, banyaknya yang diskriminatif membuat banyak yang akhirnya mundur. Setelah itu orang-orang mulai menyesal. Mereka memang butuh bantuan tapi banyak maunya. Murti akhirnya banyak membantu apa yang bisa dibantu walau dia lakukan sepulang kerja atau hari minggu. Sungguh gak mudah . Banyak permintaan , banyak maunya padahal yang membantu hanya sedikit. Butuh kesabaran. Kadang masih ada kesombongan, ada ketidaksabaran, ada keegoisan yang justru menghambat orang bisa membantu. Jadi apa yang harus dilakukan diantara semua yang ada. Murti tak tahu, ia hanya tahu dia bisa bantu semampunya.