0 Bansos

Senin, 12 Januari 2026

 


 Gambar dari sini

Kipli selalu senang kalau saat tibanya bansos akan dibagikan karena dia termasuk yang selalu dapat bagian. Beruntung Kipli masih saudaraan denga kuwu jadinya dia masih kebagian jatah. Apalagi sekarang bansosnya bukan sembako tapi uang tunai. Ini lebih asyik sekali karena Kipli bisa belanja apa yan dia mau. Memang Kipli ini pemuda yang malas-malasan saja. Sudah lulus SMA tapi gak mau kerja. Ngapain kerja kalau Kipli masih dapat setoran uang dari orangtuanya dan juga dapat bansos.

 

Tapi ada beberapa warga yang protes kalau Kipli sebetulnya gak berhak dapat bansos karena keluarganya tergolong mampu. Tapi peduli apa bagi Kipli dia butuh uangnya. Bertahun-tahun dia mendapatkan bansos dan tetep saja dia tetap jadi benalu. Gak ada kapoknya malah tambah berulah. Kipli juga minta dana PKH, minta dana bantuan lainnya dari pak kuwu. Pokoknya Kipli lama-lama jadi kemaruk, gak ada puasnya.

 

Sampai suatu hari ada petugas dari pusat yang akan memeriksa laporan bansos dan sebagainya dan siapa saja yang dapat. Apakah peruntukan bansos ini sudah benar atau diselewengkan. Karena beberapa warga melaporkan ke pusat kalau di desa mereka banyak sekali bansos yang diselewengkan bukan untuk kegiatan yang benar dan diberikan pada orang yang salah. Kedatangan yang mendadak buat pejabat di desa mulai panik karena laporan tertulis banyak yang belum selesai dan tanda terima bansospun belum selesai. Apa mau dikata  pusat gak mau tahu. Jadi dari hari pertama sampai hari kedua mereka melihat laporan dan menanyakan ke beberapa warga untuk dicross chek apakah yang tertulis sudah benar. Sanpai pada nama Kipli yang sangat dicurigai.

 

Desas –desus mulai tersebar seantero desa kalau nama Kipli dicurigai. Tubuh Kipli gemetar . Dia bertanya pada orangtuanya tapi mereka berdua juga tak tahu harus bagaimana. Mau bilang gak terima , banyak saksi yang melihat . Kipli kabur ke ruamh kakaknya di kota untuk sementara waktu . Setiap hari dadanya sakit dan gemeteran terus karena rasa takutnya karena katanya Kipli bakal dimasukan penjara. Apalagi kuwu sudah dijadikan tersangka penyelewengan dana bansos. Kipli semakin ketar ketir. Tidur dan makan tak enak. Bangun tidur Kipli teriak keras karena dia gak mau ditangkap dan gak mau masuk penjara. Dan di depan rumah kakaknya sudah ada dua petugas yang mau menamngkap Kipli. Kipli teriak keras-keras. Kipli pingsan dan semua  menjadi gelap baginya. Entah sampai kapan.

2 Saat Terbangun Di Pagi Hari

Senin, 17 November 2025

 


Sumber gambar : Setyorini_hari

 

Saat  membuka jendela kamar terlena dengan pesonamu

Walau kau masih sembunyi di balik rumah

Tapi sinar kuning menyeruak di antara pepohonan dan tiang

Dada ini terasa sesak menikmati keindahan ini

 

Semburat jingga akan terus naik ke atas bersama dengan matahari akan muncul

Bias-bias kuning menyebar dan mulai merasakan sinar mentari

Hangat meresapi hati ini

Sungguh awal pagi yang mebuat pagi ini tersenyum

 

Dan saat semua warna telah hilang dari pandangan

Langkah kecil membuat semangat untuk menyambut hari ini

Senyum kecil yang tersimpul di bibir

Akan membuat hari ini terasa menyenangkan

 

Hari akan berganti saat malam tiba kau akan hilang di belahan bumi lainnya

Dan saat aku tidurkan mataku dan mimpi-mimpi malam ini

Karena tahu esok kau akan datang lagi dengan senyumnu

Menerangi dan menghangatakan hati ini

 

Cirebon, 18 Novembern 2025

 

0 Perahu Kecil Di Tengah Lautan

Senin, 13 Oktober 2025

 


Gambar dari sini

 

Lautan  terhampar luas

Hanya terlihat satu titik dari kejauhan

Perahu kecil di tengah laut

Entah mengapa dia ada di sana

Tapi kesunyian di hamparan laut itu memukau

Perahu itu masih diam di sana dengan segala keheningannya

Tapi perahu itu mulai berjalan mendekati bibir pantai

Semakin nyata terlihat bentuk perahu

Dan hanya satu orang yang ada di atas perahu

Terdiam lama dan hanya desahan yang terdengar sedih

Hari ini untuk kesekian kalinya dia tidak mendapatkan ikan

Akankah hari ini perutnya kosong kembali?

Kemana dia akan melangkahkan kaki karena dia tahu dia sudah ditunggu keluarganya

 

Cirebon, 14 Oktober 2025

0 Bongkar

Senin, 15 September 2025


 Gambar dari sini

 

Kuradi menatap nanar bangunan di tepi sungai Ciliwung yang dibongkar . Tanpa sisa. Pagi tadi Kuradi mengambil barang-barang yang dia punya walau hanya sedikit tapi baginya sangat berharga. Banjir minggu yang lalu membuat akhirnya pemerintah kota memutuskan untuk membongkar bangunan liar di tepi sungai. Dan Kuradi juga trauma karena rumah tetangganya terbawa hanyut beserta penghuninya oleh banjir yang sangat besar itu. Runtuh semua pertahanan Kuradi.

 

Ingat 10 tahun yang lalu Kuradi ingin merantau ke kota Jakarta untuk mengubah hidupnya. Sebagai petani dia tak bisa berbuat banyak dengan tanah milik orangtuanya. Pergilah Kuradi walau orangtuanya sempat melarang karena siapa yang akan mengolah sawah dan kebun mereka. Ternyata gak semudah yang dia bayangkan mencari pekerjaan di Jakrta sama sulitnya , apaalgi dia tak punya kemampuan lain selain bertani. Akhirnya dia kerja serabutan dan menikah dengan penjual pecel deket statsiun Keramat. Karena kesulitan hidup akhirnya membangun rumah di tepi kali. Selama 10 tahun Kuradi tak pernah pulang bahkan saat orangtuanya meninggal. Dia malu karena dia belum sukses. Padahal ibunya menyuruh pulang walau di Jakarta belum menghasilkan apa-apa, untuk mengolah sawah bapaknya. Adiknya sudah menikah dan dibawa oleh suaminya ke daerah lain. Sampai semua meninggal tinggal tanah yang masih terbelangkai sampai saat ini.

 

Kini Kuradi tampak duduk lesu. Dia tak tahu lagi hendak pergi kemana. Istrinya duduk di sampingnya sambil mengendong anak keduanya yang menangis terus menerus. Sampai ponselnya berbunyi. Dari teman sekampungnya Dodi. Dodi ingin membeli sawahnya. Kuradi akhirnya pulang bersama keluarganya dan sampai di rumah lamanya yang sudah kosong. Dan dia melihat Dodi temannya sukses berkebun pepaya dan jambu biji kristal sampai dikirim ke banyak daerah di Indonesia.  Dari cerita kesuksesan Dodi yang pantang menyerah mngubah tanahnya menjadi subur. Kuradi mendengarkan cerita Dodi yang banyak belajar di pelatihan yang diadakan dinas pertanian setempat dan dibimbing sampai menghasilkan. Dan kini Dodi ingin membeli tanahnya.

 

Kalau dia menjual tanahnya dia akan mendapatkan modal untuk usaha .Kalau dia tetap mempertahankan dia tidak punya modal untuk mengolah tanahnya dan pengetahuan dirinya yang kurang untuk mengolah tanahnya. Sudah hampir seminggu Kuradi masih belum bisa memutuskan, istrinya tergantung dirinya. Dia sudah kapok datang ke Jakarta karena tidak mengubah nasibnya. Di sini apa dia bisa mengubah nasibnya? Dodi sih menyarankan agar Kuradi ikut pelatihan di dinas pertanian setempat. Dan mengikuti sarannya untuk sawahnya akan diolah seperti apa dengan teknologi yang lebih maju. Masiha ada harapan bagi dirinya. Sawah adalah modalnya dan butuh ilmu untuk mengolahnya. Kuradi yakin dengan usahanya kali ini. Dodi sudah membuktikannya tanpa harus ke kota besar.

0 Pertemuan Pohon Dan Air

Senin, 18 Agustus 2025

 


Keteduhan di saat mentari mulai terik, di sini sebuah pohon menjulur di atas air

Seperti menaungi sebagian air sehingga air terlihat adem

Air yang tak beriak dia membisu , padahal sungguh dirinya ingin berterimakasih

Sudah ada yang mau menaungi dirinya walau hanya sejengkal

 

Ah, pohon lihatlah dirimu melengkung ke bawah sampai mendekati diriku

Entah mengapa kau selalu tersenyum saat aku mulai menatapmu

Ingin kupeluk dirimu tapi aku tak bisa menjangkaumu

Hanya aku tatap dirimu yang menjuntai

 

Ah, air engkau juga membuat aku tumbuh karena airmu meresap ke dalam tanah di sekitar aku tumbuh

Engkau tidak diam saja, kau bisa menjangkauku walau tak langsung

Aku juga berterimakasih untukmu air, selalu ada dekatku

Seringkali memang aku ingin bicara pdamu tapi hanya bisa kugoyangkan daun-daunku saja

 

Dua makhluk hidup yang saling mengisi, saling bercerita

Saling bemanfaat  walau dalam diam

Hanya daun yang bergerak, hanya air yang kadang beriak

Tapi mereka seolah tahu kalau mereka saling membutuhkan

 

Cirebon, 19 Agustus 2025