Gambar dari sini
Rerintik hujan sepagi ini membasahi kemuning
Syahdu suara rintikan hujan menemaniku dengan secangkir teh di tangan
Menatap kemuning yang sedang berbunga
Suara rintikan hujan masih menggema di telingaku sampai terlena
Entah mengapa suara rintikan hujan seakan berhenti yang ada kesunyian
Aku dan kemuning
Aroma yang menyengat membuat bulu kudukku berdiri
Seperti ada bayangan lewat melesat di belakang pohon kemuning
Kembali bayangan itu menghadang pandangan mataku
Entah mengapa bayangan itu mengusikku pagi ini
Masih menyesap teh di cangkirku
Bayangan itu menampakan lagi.
Tiba-tiba saja suara rintikan hujan terdengar kembali
Bayangan itu menghilang bersamaan dengan suara rintikan hujan
Tak ada bayangan di sana, tinggal aku dan kemuning
Kuhabiskan tehku , saat aku hendak masuk rumah sekelebat bayangan itu melintas
Siapakah dia?
Cirebon, 30 Juli 2024




