Gambar dari sini
Kipli selalu senang kalau saat tibanya bansos akan dibagikan karena dia termasuk yang selalu dapat bagian. Beruntung Kipli masih saudaraan denga kuwu jadinya dia masih kebagian jatah. Apalagi sekarang bansosnya bukan sembako tapi uang tunai. Ini lebih asyik sekali karena Kipli bisa belanja apa yan dia mau. Memang Kipli ini pemuda yang malas-malasan saja. Sudah lulus SMA tapi gak mau kerja. Ngapain kerja kalau Kipli masih dapat setoran uang dari orangtuanya dan juga dapat bansos.
Tapi ada beberapa warga yang protes kalau Kipli sebetulnya gak berhak dapat bansos karena keluarganya tergolong mampu. Tapi peduli apa bagi Kipli dia butuh uangnya. Bertahun-tahun dia mendapatkan bansos dan tetep saja dia tetap jadi benalu. Gak ada kapoknya malah tambah berulah. Kipli juga minta dana PKH, minta dana bantuan lainnya dari pak kuwu. Pokoknya Kipli lama-lama jadi kemaruk, gak ada puasnya.
Sampai suatu hari ada petugas dari pusat yang akan memeriksa laporan bansos dan sebagainya dan siapa saja yang dapat. Apakah peruntukan bansos ini sudah benar atau diselewengkan. Karena beberapa warga melaporkan ke pusat kalau di desa mereka banyak sekali bansos yang diselewengkan bukan untuk kegiatan yang benar dan diberikan pada orang yang salah. Kedatangan yang mendadak buat pejabat di desa mulai panik karena laporan tertulis banyak yang belum selesai dan tanda terima bansospun belum selesai. Apa mau dikata pusat gak mau tahu. Jadi dari hari pertama sampai hari kedua mereka melihat laporan dan menanyakan ke beberapa warga untuk dicross chek apakah yang tertulis sudah benar. Sanpai pada nama Kipli yang sangat dicurigai.
Desas –desus mulai tersebar seantero desa kalau nama Kipli dicurigai. Tubuh Kipli gemetar . Dia bertanya pada orangtuanya tapi mereka berdua juga tak tahu harus bagaimana. Mau bilang gak terima , banyak saksi yang melihat . Kipli kabur ke ruamh kakaknya di kota untuk sementara waktu . Setiap hari dadanya sakit dan gemeteran terus karena rasa takutnya karena katanya Kipli bakal dimasukan penjara. Apalagi kuwu sudah dijadikan tersangka penyelewengan dana bansos. Kipli semakin ketar ketir. Tidur dan makan tak enak. Bangun tidur Kipli teriak keras karena dia gak mau ditangkap dan gak mau masuk penjara. Dan di depan rumah kakaknya sudah ada dua petugas yang mau menamngkap Kipli. Kipli teriak keras-keras. Kipli pingsan dan semua menjadi gelap baginya. Entah sampai kapan.



