Empati Dalam Kasih

Minggu, 30 Agustus 2015





Terjegal dalam bayangan nyata ketika ada di hadapanku sebuah bingkai cerita
Cerita yang saat itu juga membelai hati untuk tersulut dengan rasa
Ada kasih diantara anak-anak itu walau mereka berbeda
Pancaran tawa mereka saling bersenda gurau tak membedakan
Mana yang normal dan tidak
Hanya ada cerita yang melekat di sanubari

Bercengkerama dengan tawa mereka penuh kasih
Berempati terhias indah dalam rangkaian cerita indah
Menghapus semua paradigma yang  kadang menyudutkan
Lihatlah mereka bisa bergandeng tangan, mereka bisa bercerita
Lewat tingkah mereka yang lucu
Walau  mereka berbeda....

Sungguh cerita berbingkai ini menyulut rasa haru
Merenggut sanubari yang akhirnya mampu membuat meneteskan air mata
Tuk melihat bingkai cerita yang mendentingkan heningnya hati
Sampai rasa ini mencibir indah
Cerita yang berbingkai kasih
Membuatku menyunggingkan senyum untuk mereka yang ada dalam empati kasih....

Untuk anak-anakku bingkai ceritamu sangat menarik
Sesungging senyummu begitu bermakna
Kelembutan hadir di sini
Saling membantu ciptakan rasa jiwa yang mendamba
Sampai terdiam terpaku
Aku tak mampu lagi berkata-kata saat bingkai ceritamu terus mengalir tiada henti....

Cirebon, 31 Agustus 2015
Melihat ada kasih antara siswa biasa dan siswa ABK ( anak berkebutuhan khusus) Itu membuatku terharu. Alangkah indahnya perbedaan tidak  membuat mereka jauh tapi justru melekatkan. Kita harus banyak belajar dari mereka.

10 komentar:

ade anita Says:
31 Agustus 2015 17.51

Mereka hanya bertindak ksrena naluri dan tidak diiringi nafsu. Jadi lebih tulus ya.

belalang cerewet Says:
1 September 2015 07.16

salut dan inspiratif Mbak. Ini bukti bahwa empati itu bisa diasah ya Mbak. Asyiknya ikut Kelas Inspirasi :)

Tira Soekardi Says:
1 September 2015 12.51

betul mak Ade tapi peran guru di sini juga penting, aku salut dg guru-gurunya begitu sabar dan mendidikdg hati. mereka bilang ini ladang amal bagi mereka, duh apa aku gak pingin mewek

Tira Soekardi Says:
1 September 2015 12.53

iya mas, aku salut dg guru2nya juga dg orang tua mereka yang telah mengasah rasa empati yang tulus

Anjar Setyoko Says:
1 September 2015 17.45

perlu sebuah kesabaran dan kasih sayank untuk anak berkebutuhan khusus ,.

Tira Soekardi Says:
1 September 2015 18.57

betul mas Anjar, kasih yang tulus

Pengobatan Kanker Ovarium Says:
4 September 2015 21.22

bener juga gan

Tira Soekardi Says:
5 September 2015 12.51

pengobatan kanker ovarium.... yup

nuzulul arifin Says:
11 September 2015 06.05

Di tempat kami, 12 kelas MI, 10 masuk kelas inklusi semua. Kecuali kelas 1 saja.

Tira Soekardi Says:
11 September 2015 23.44

wah bagus mas itu.

Posting Komentar