Gagal

Senin, 26 Juni 2023


  Gambar dari sini

Suatu dilema terjadi di desa Sukagalih. Beberapa warga protes agar tim voli dari desa Sukajaya tidak bisa bertanding di sini. Padahal tim  dari desa Sukajaya sudah lolos kualifikasi. Dan pemerintah desa Sukagalihpun sudah sejak lama mengajukan diri sebagai tuan rumah pertandingan voli se kabupaten. Dan ternyata lolosnya tim dari desa Sukajaya menjadi bumerang bagi desa Sukagalih. Sudah mulau protes sana sini , demo sana sini agar tim desa Sukajaya gak bisa bertanding. Masalahnya desa Sukagalih sudah bersedia jadi tuan rumah. Dan itu artinya ya harus siap dengan konsekuensinya agar tetap bisa dilaksanakan. Pak Kasim sebagai kades dia tetap pada pendiriannya agar pertandingan tetap dilaksanakan di desanya. Ini buat kemajuan desanya juga karena kalau diadakan di sini nama Sukagalih akan terangkat .

 

            “Kalau tetap diadakan di sini kita warga Sukagalih terhina , terinjak harga dirinya,”cetus pak Dudung. Begitulah pak Dudung sebagai oposisi selalu ingin agar program desa gak berjalan mulus sehingga satu-satu caranya ya dengan menghasut warga. Katanya lagi kalau melihat sejarahnya kita ini diinjak-injak oleh warga Sukajaya. Mengapa kita dengan tangan terbuka menerima mereka. Sejarah jangan pernah dilupakan. Beberapa warga sudah mulai terhasut. Sudah mulai kasak kusuk ke sana kemari mencari bala untuk mengagalkan desanya jadi tuan rumah. Pak Kasim tetap ingin melaksanakan karena olahraga ya olahraga tak ada sangkut pautnya dengan politik. Harus dipisahkan . Pak Agung yang digadang-gadang akan menggantikan pak Kasim menjadi kepala desa membuat blunder yang justru menjatuhkan dirinya. Dia melakukan penolakan juga dengan tujuan dia akan semakin didukung dengan warga.

 

Sekretris desa pak Jumadi mulai mendatangi panitia agar melobi bagaimana dengan kasus di desanya. Pulang dengan wajah lesu karena desa Sukagalih tak jadi tuan rumah. Beberapa warga gembira tapi sebagian besar yang sebetulnya sangat mendukung kecewa berat. Apalagi sama pak Agung . Belum menjadi kades saja sudah membuat blunder baru. Akhirnya desa Sirnagalihlah yang ditunjuk jadi penyelengara . Pak Dudung gembira. Tapi apadaya keberhasilan pertandingan membuat desa Sirnagalih menjadi terkenal dan terangkat. Banyak orang datang ke sana karena wisatanya. Banyak yang datang karena kulinernya yang enak. Betul-betul beruntung desa Sirnagalih . Dan desa Sukagalih hanya gigit jari.

            “Gak perlu kecewa. Itu yang warga maukan?” cetus  pak Kasim . Warga terdiam dan mulai kecewa dan mulai menghujat pak Dudung termasuk pak Agung. Warga kecewa sekali dan mearsa sedih mengapa tak menuruti apa kata kades yang benar-benar memperjuangkan warganya. Malah percaya dengan orang lain yang tak tentu kapasitasnya sebagai apa. Nasi sudah menjadi bubur.

 

Dan warga gak mau melakukan kesalahan lagi. Makanya saat pemilihan kepala desa , warga tetap memilih pak Kasim yang jelas-jelas sudah membela kepentingan warga , yang sudah terbukti membangun desa. Biarlah pak Kasim memimpin lagi agar pembanguna desa berkelanjutan.

0 komentar:

Posting Komentar